Wednesday, November 20, 2019

SISTEM TATA SUARA ( PERALATAN DASAR SOUND SYSTEM)



1.      Teori Dasar Audio (Suara)

Suara adalah energi akustik yang memiliki frequensi yang dapat diterima oleh telinga manusia dengan rentang 20 Hz untuk suara rendah 20 KHz untuk suara tinggi
Lingkup kerja Audio : Produksi, Perekaman, Manipulasi dan reproduksi gelobang suara
Untuk dapat memahami Audio ada 2 hal yang harus diperhatikan :

a.       Sound waves (Gelombang suara/energi Akustik)
b.      Sound Equipment (Sound System / Energi Electric)

2.      Sistem penguat suara sederhana terdiri dari

a.       Tranducer
Perangkat pengubah energi akustik menjadi energi listrik, seperti contoh microphone atau sebaliknya energi listrik menjadi energi akustik seperti contoh speaker.

b.      Amplifier
Perangkat yang menerima sinyal dan meningkatkan kekuatannya dari energi listrik

c.       Speaker
Yang merubah energy listrik yang telah di perkuat oleh amplifier menjadi energi akustik sehingga dapat diterima oleh audiens (Pendengar)

3.      System penguat suaraa dalah kombinasi dari microphone + Prosesor sinyal + Amplifier + Speaker

 Penjelasan :
  1. Input 
    Microphone, DVD, CD (Pengubah sinyal akustik menjadi electric)

  1. Prosesor
    Mixer, equalizer crossover, effect (Mengubah karakteristik sinyal)
  1. Amplifier
    Preamp, amplifier, booster amplifier(menambah kekuatan sinyal tanpa merubah isinya)
  1. Output
    Loudspeaker merubah sinyal kembali menjadi energi suara

    PROSESOR

    Dalam system tata suara terdapat prosesor yang dihubungkan diantara mixer dan amplifier. Prosesor digunakan untuk meningkatkan kualitas sinnyal audio.
    Prosesor yang paling umum digunakan yaitu
    -          Equalizer
    -          Effect (Spesial bunyi)
    Reverb = Gaum
    Eho      = Gema
    Delay   = Penundaan sinyal
    -          Kompresor
    Mengatur sinyal yang bervariasi. Sinyal yang terlalu kuat akan diredam untuk mencegah kerusakan pada speaker.

    AUDIO MIXER

    Mixing Console ada 2 jenis yaitu analog dan digital, Mixing Console (Soundboard) Berfungsi memadukan(Mixing) mengatur jalur dan merubah leve, serta harmonisasi dinamis dari sinyal audio.
    Sinyal-sinyal yang telah diatur/dirubah kemudian dikuatkan oleh penguat akhir power amplifier. Penggunaan mixing(Soundboard) dipergunakan dalam berbagai keperluan seperti studio rekaman, system panggilan public, system penguat bunyi dan dunia penyiaran
    Contoh oenerapan sederhana
                Sebuah pertunjukan musik tidak akan effisien apabila microphone menggunakan amplifier masing-masing untuk menguatkan setiap bagian, maka disisi audio mixer akan menjadi bagian paling penting sebagai titik pengumpul dari masing-masing microphone, mengaturbesarnya level suara sehingga keseimbangan bunyi akan dapat dicapaisebelum diperkuat setelah melalui Crossover kemudian ke amplifier.

    Menu Umum Pada Mixer
    Gain : Disebut juga input level atau trim, biasa terdapat pada urutan paling atas dari setiap channel mixing console, fungsinya seberapa sensitive input yang kita inginkan diterima console, tombol ini sangat membantu untuk mengatur sinyal yang akan masuk kedalam console, bila sinyal lemah maka dapat dilakukan penambahan dan bila sinyal kuat dapat dilakukan pengurangan 
    Contoh :
    Untuk penyanyi yang suaranya lemah atau tidak mempunyai power yang baik, perlu untuk penambahan gain yang lebih, sedangkan untuk gebikan kick drum dilakukan pengurangan, ini dilakukan agar menjaga setiap input yang masuk ke mixer tetap optimal, input gain yang terlalu besar akan menimbulkan distorsi dan apabila input gain lemah dan diperkuat berlebihan akan menimbulkan noise.
    Jadi input gain stage adalah hal penting dan kritis karena dari sinilah semua suara yang berkualitas dimulai. Maka dari itu setiap input harus dijaga agar tetapclean dan clear, sebab noise dan distorsi yang terdapat pada input ini akan mengalir terus keseluruh system dan akan menjadi gangguan. Apabila input gain terlalu besar walau sudah diturunkan maka untuk itu terdapat switch pad pada console yang fungsinya menurunkan input gain, mulai –20 sampai –30

    Equalizer pada Chanel
    Pada setiap chanel mixing console selalu ada terminal equalizer section. Fungsinya sebagai pengatur tone untuk memodifikasi suara yang masuk pada chanel tersebut.
    Ada dua tujuan melakukan perubahan sound melalui equalizer.
    1.      Untuk merubah sound instrument menjadi sound yang lebih disukai
    2.      Mengatasi frequensi dari input yang bermasalah (Feedback) dengung, overtone.
    Pengaturan yang sangat mendasar dari equalizer adalah berupa
    1.      Low dan Hi
    2.      Boost/cut
    3.      Full parametric
    Yang bertujuan membuat sound menjadi lebih baik.

    Equalizer yang Fix
    Yang dimaksud fix diatas adalah pada equalizer tersebut tidak memiliki tombol untuk memilih frequensi yang akan diseting, karena yang akan dikerjakan telah ditetapkan dari pabrik. Pembagian frequensi pada equalizer jenis ini sama dengan crossover terdiri atas :
    1.      Low – Hi pada Equalizer 2 way
    2.      Low – Middle – Hi pada equalizer 3 way
    3.      Low – Low Mid – Hi Mid – Hi Pada equalizer 4 way
    Memutar tombol Boost/Cut akan memberi pengaruh sampai 12 atau 15 db, tergantung dari mixing Console yang digunakan.
    Keuntungan equalizer yang fix
    -          terhindar dari kesalahan dalam memilih frequensi yang akan diseting, kesalahan ini terjadi belum berpengalaman dalam suara
    -          Hemat waktu dalam pensetingan sedangkan kekurangannya adalah tidak dapat memilih frequensi khusus sesuai dengan keinginan, karena semua frequensi telah ditetapkan.

    Sweepable Equalizer
    Biasa disebut Quarsi Parametric atau semi parametic (bukan full parametric karena tidak terdapat pengatur bandwitch)
    Pada full parametric kita dapat melakukan pengaturan untuk setiap parameternya (parameter frekuensi bandwitch dan para meter level) EQ type ini mempunyai kemampuan set up yang sangat fleksibel dan menyediakan pengontrolan mind-range dengan system EQ3 atau 4 jalur.
    Cara kerja : Lakukan pemutaran pada tombol freq untuk memilih freq yang akan diatur, kemudian diputar tombol boost/ untuk penambahan atau pengurangan pada frekuensi yang dipilih tadi, misalkan untuk mengatur frekuensi low mind pada drum, biarkan sound lain pada sound hat, kemudian putar tombol boost/ iut sampai habis ke kiri atau pada posisi kira-kira posisi jam 7. kemudian putar.
     



No comments:

Post a Comment